Jember (beritajatim.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melaksanakan kegiatan korve atau kerja bakti rutin yang digelar setiap hari Selasa sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang disiplin, tertib, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Bupati Jember Nomor 100.3.4.2/440/35.09.313/2026 tentang pelaksanaan korve rutin di lingkungan kantor. Seluruh pegawai BPBD Jember mengikuti kegiatan secara bersama-sama dengan pembagian tugas yang disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing area kerja.
Sejak pagi, para pegawai melakukan pembersihan menyeluruh di lingkungan kantor. Kegiatan meliputi penyapuan ruangan, pembersihan dinding, penataan ruang kerja, hingga merapikan dokumen dan arsip administrasi agar lebih tertata serta memudahkan pelaksanaan tugas kedinasan.
Selain area dalam gedung, kerja bakti juga difokuskan pada lingkungan luar kantor. Pegawai membersihkan halaman, mencabut rumput liar, menata area sekitar kantor, serta membersihkan kendaraan operasional yang sehari-hari digunakan dalam mendukung penanganan kondisi darurat maupun pelayanan kebencanaan kepada masyarakat.
Perawatan peralatan Tim Reaksi Cepat (TRC) turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pemeriksaan dan pembersihan peralatan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana penunjang penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap pakai apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk merespons kejadian darurat di wilayah Kabupaten Jember.
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian BPBD Jember, Bendot Bisowarno, menjelaskan bahwa korve rutin bukan sekadar kegiatan menjaga kebersihan lingkungan kerja, tetapi juga menjadi sarana memperkuat budaya organisasi yang mengedepankan disiplin, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab.
Menurut Bendot, keterlibatan seluruh pegawai tanpa terkecuali mencerminkan semangat gotong royong yang ingin terus dibangun di lingkungan BPBD Jember. Ia menilai lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman akan memberikan dampak positif terhadap produktivitas pegawai sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, kegiatan bersama seperti korve dinilai mampu mempererat hubungan antarsesama pegawai, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan kerja, serta membangun rasa memiliki terhadap instansi. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi organisasi yang memiliki tugas utama memberikan pelayanan cepat dalam situasi kebencanaan.
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang penanggulangan bencana, kesiapan sumber daya manusia dan sarana operasional menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, kegiatan korve juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung, termasuk kendaraan dan perlengkapan operasional, tetap berada dalam kondisi optimal.
BPBD Jember berharap pelaksanaan korve rutin setiap pekan dapat menjadi bagian dari budaya kerja yang berkelanjutan. Melalui lingkungan kerja yang bersih, tertib, dan didukung peralatan yang terawat, instansi ini optimistis mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sekaligus memberikan pelayanan publik yang semakin cepat, profesional, dan responsif kepada masyarakat Kabupaten Jember.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif melalui penerapan budaya kerja disiplin, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat di seluruh perangkat daerah. (hdl)

