Jember (beritajatim.id) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jember terus mendorong percepatan transformasi layanan administrasi kependudukan melalui program aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka layanan langsung di kawasan Jember Sport Garden (JSG), memanfaatkan tingginya aktivitas masyarakat yang berolahraga dan berkunjung ke area tersebut.
Program layanan jemput bola ini digelar bersamaan dengan kegiatan Olahraga Bersama (Osma) yang berlangsung di JSG pada 24 Juni 2026. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari strategi Disdukcapil untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan jumlah pengguna IKD di Kabupaten Jember.
Kepala Disdukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa JSG dipilih karena menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga yang rutin berolahraga. Kondisi tersebut dinilai ideal untuk memperluas jangkauan layanan aktivasi IKD secara langsung.
Target Layani 100 Warga Setiap Hari
Melihat tingginya antusiasme masyarakat di kawasan JSG, Disdukcapil Jember menargetkan dapat melayani sekitar 100 warga per hari untuk melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital.
Menurut Bambang Saputro, hingga saat ini jumlah masyarakat yang telah melakukan registrasi IKD di Kabupaten Jember mencapai 98.621 jiwa. Angka tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pemilik KTP elektronik di Jember yang mencapai sekitar dua juta jiwa.
Karena itu, berbagai upaya percepatan terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami manfaat dan kemudahan penggunaan identitas digital dalam mengakses berbagai layanan publik.
Perluas Edukasi dan Layanan ke Pusat Keramaian
Selain membuka layanan di JSG, Disdukcapil Jember juga menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan IKD. Upaya tersebut meliputi edukasi secara masif melalui media sosial, pembukaan gerai layanan di pusat keramaian seperti alun-alun, hingga mendatangi desa dan kelurahan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat adopsi identitas digital di berbagai lapisan masyarakat sekaligus mendukung program transformasi digital yang tengah dijalankan pemerintah.
Disdukcapil menilai pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi kependudukan akan memberikan kemudahan bagi masyarakat karena berbagai dokumen penting dapat diakses melalui perangkat seluler tanpa harus membawa dokumen fisik.
IKD Diproyeksikan Jadi Gerbang Layanan Publik Digital
Ke depan, Identitas Kependudukan Digital diharapkan menjadi bagian penting dari ekosistem layanan publik berbasis digital. Bambang Saputro menyebutkan bahwa IKD berpotensi menjadi sarana identifikasi tunggal yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai layanan, mulai dari sektor kesehatan, perbankan, hingga program bantuan sosial.
Dengan sistem validasi data secara real-time melalui QR Code, masyarakat nantinya dapat memperoleh layanan lebih cepat, aman, dan efisien tanpa harus membawa berkas fisik. Sementara bagi instansi pemerintah maupun swasta, proses verifikasi identitas dapat dilakukan secara lebih praktis dan akurat.
Melalui berbagai inovasi layanan yang terus dikembangkan, Disdukcapil Jember optimistis penggunaan IKD akan semakin luas dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang modern, terintegrasi, dan berbasis digital di masa mendatang. (hdl)

